Perjalanan Lombok Jakarta Mengunakan Motor Part I

11.30


hallo semuanya, terima kasih sudah mau nyempetin mampir ke blog saya, kali ini saya ingin berbagi cerita pengelaman saya sewaktu mengendarai motor dari lombok jakarta sendirian, mungkin banyak yang berfikir tindakan yang saya lakukan adalah hal gila karena untuk berkendara hampir 1800 km sendiran itu hal yang gila bagi sebagian orang, tapi tidak untuk saya yang suka tantangan. saat itu saya memulai perjalanan dari  selong lombok timur, tepat dimana rumah sang kekasih berada, dia melepas dengan sedih kepergian saya, emang berat perpisahan itu buat saya, aduh curhat....... sorry back topic. Saya memulai perjalanan setelah magrib, butuh waktu 2 jam untuk sampai ke pelabuhan lembar lombok barat, saya sengaja memulai perjalanan malam karena lombok bali yang lama itu adalah di kapalnya, butuh waktu sekitar 4 or 5 jam untuk menyebrang dan biaya menyebrang lembar padang bai mengunakan motor sekitar 120rb

 saat di kapal penyebarangan lembar padang bai

Setiba di padang bai pelabuhan timur pulau bali sekitar jam 4 pagi, saya melanjutkan perjalanan menuju jakarta, saya sempati untuk singgah  sejenak tempat dimana saya lama tinggal di bali, orang bilang kampung islam kepaon, karna di tempat itulah saya mulai menjadi orang yang lebih matang untuk menghadapi kenyataan hidup yang keras, akhirnya saya melanjutkan perjalanan  menuju jakarta. Perjalan ini memang semata mata ingin melatih diri untuk terbiasa dalam membuang rasa takut saat menghadapi segala kemungkinan diperjalanan nanti karena hidup ini seutuhnya banyak hal tak terduga, manusia memang punya rencana dan strategi untuk menghadapi hari esok, tapi sesungguhnya tuhanlah yang menentukan esok akan seperti apa. untuk perjalan dari pelabuhan padang bai menuju pelabuhan gilimanuk saya menghabiskan waktu sekitar 5 jam, menyebrang gilimanuk ketapang cuma 40 menit dan biaya menyebrang cukup murah, hanya 25rb.

say goodbey to bali

Sekitar jam 1 siang saya tiba di gilimanuk, saya melanjutkkan perjalan menuju jakarta, sebelum itu saya berniat untuk bisa singgah di beberapa daerah, kebetulan saya punya beberapa teman di setiap daerah yang ingin saya singgahi. Saya berniat untuk menyinggahi madura sebagai tempat pertama saya, saya menghabiskan waktu hampir hampir 9 jam jarak tempuh banyuangi ketapang menuju madura bangkalan, sepanjang perjalan saya sempati untuk berfoto ria sebagai dokumentasi perjalan

 break sejenak nikmati suasana besuki

 di depan PLTU paiton

pintu masuk wisata lumpur lapindo

kawah lumpur lapindo

 berlansungnya doa bersama dari warga korban lapindo



Tak begitu banyak foto yang saya abadikan melalui hp kamera karena fokus hp saya gunakan untuk google map, dari beberapa foto yang sempat saya abadikan mungkin lokasi lumpur lapindo membuat saya sangat terpana melihatnya karena begitu luas dampak lumpur lapindo, cukup miris di rasa mengingat bencana lapindo ini sudah di katagorikan sebagai bencana nasional. saat saya melanjutkan perjalan hari pun sudah mulai gelap, sempat saya nyasar di kota surabaya karena gps yang saya gunakan mengarahkan saya kejalur tol, dan akhirnya saya mengunakan cara tradisonal bertanya kepada orang setempat arah ke madura, dan akhirnya saya sampai di lajur menuju madura. Tak terbayangkan rasanya saat memasuki jembatan suramadu, sungguh sangat menyengangkan mengingat saya sudah lama memiliki ke inginan untuk bisa mengunjungi jembatan suramadu karena predikatnya sebagai jembatan terpanjang di indonesia.

Saya janjian minta di jemput dengan teman saya asal bangkalan di pintu keluar jembatan suramadu mengingat selepas dari pintu keluar suramadu menuju bangkalan katanya itu rawan kriminal, banyak begal terjadi disana jadi saya mengantisipasi sebelum hal yang tak di inginkan terjadi, saya tiba di pintu keluar suramadu jam 9.30 malam, saya coba lansung berkabar kepada teman saya sayangnya tak mendapat respon lansung, hampir setengah jam menunggu, sempat ada rasa panik saat tak mendapati respon tapi saya coba tenang dan hadapi situasi dengan santai, saya ambil keputusan untuk melanjutkan perjalanan ke bangkalan sendirian karena di rasa kurang aman tempat pemberhentian saya saat keluar dari suramadu, dan ternyta oh ternyata selama perjalanan menuju bangkalan semua pengendara motor memacu laju kendaraannya, dan saat itu cukup panik karena di kiri dan kanan ngak ada apa apa, ngak ada penerang lampu jalanan, entah dalam keadaan mati atau memang sengaja dimatikan dan semua terlihat gelap dari atas motor, tak ada bangunan rumah sama sekali, cukup menegangkan karena tak menguasai area dan situasi, hanya sikap tenang dan berdoa saat itu yang bisa saya lakukan dan terus memacu laju motor saya hingga terlihat kota kecil.

Setelah satu jam perjalan menuju bangkalan teman saya menghubungi dan dia berkata kalau hpnya di tinggal di rumah untuk pergi sholat tarawih, akhirnya saya di ajak kerumahnya untuk beristirahat, hari pertama puasa saya jalani di bangkalan madura, sungguh menyengkan berada dibangkalan, ternyata orang bangkalan cukup religus, terbukti dari sulitnya saya menemukan warung yang buka di siang hari. akhirnya saya coba untuk eksplore madura sebaik mungkin, teman saya mencoba mengajak saya ke tempat wisata yang cukup terbilang baru di madura, namanya bukit kapur jaddih, sebenranya tempat itu adalah penambangan dari sebagian warga setempat, namun dari hasil penambangan yang tersisa menjadikan tempat ini cukup menarik untuk dikunjungin.

 saat saya berada dipuncak penambangan bukit kapur jaddih

saat bersama teman asal bangkalan

melihat suasana suramadu saat siang hari

saat berada di atas jembatan suramadu

Saya juga menyempatkan untuk mengunjungi jembatan suramadu saat siang hari, sungguh pemandangan yang sangat luar biasa saat langit yang cerah dan sedikit mending memuat perjalan semakin menyenangkan. serasa cukup untuk saya sebagai pengenal pertama kali mendatangi madura, setelah sholat inya saya melanjutkan perjalanan ke malang ke tempat calon kakak ipar hehehe, malang bukanlah tempat baru bagi saya tetapi ada misi terselubung bagi saya untuk mendatangi malang, saya mendatangi kosan calon kaka ipar bermatsud agar bisa kenal lebih dekat, emang di niatin hal ini karena melihat rute perjalan, kalau saya dari madura hendaknya saya melanjutkan perjalan menuju pantura menuju jakarta, dan ternyata saya memutuskan mengambil rute selatan jawa untuk pergi ke malang dan pengorbananpun mendatangkan hasil, setelah di jamu kakak ipar dan di ajak bercengkrama dengan saudara saudaranya yang dari lombok yang sedang menimba ilmu di kota malang, perlahan tapi pasti kedekatan itu mulai di rasakan, tak banyak foto yang sempat saya abadikan saat di malang karena senang membuat vidio saat itu.

ceritanya lagi menanti buka puasa jadi sangat lemas raut wajahnya

saat berburu jajanan buka puasa di kota malang

Dua hari saya di malang tinggal bersama calon kakak ipar, memang waktu yang teramat pendek untuk bisa mengenal lebih dalam tapi ngak masalah karena target kunjungan saya disetiap tempat maksimal 2 hari dan akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke pare kampung inggris, tempat yang dulu sempat berkesan buat saya selama menimba ilmu disana.

lanjutan ceritanya mungkin saya lanjutkan pada part 2 karena sudah cukup lelah didepan monitor, terima kasih semuanya yang sudah mampir di blog saya.

You Might Also Like

3 komentar